Selasa, 10 November 2015

SENSOR CAHAYA MENGGUNAKAN MIKROKONTROLER

Edit Posted by with 3 comments

         Ya saya akan kembali lagi memposting cara membuat rangkaian pada proteus. Yaitu Saklar Otomatis Lampu dengan menggunakan sensor cahaya. Cara kerja alat ini mendeteksi keberadaan cahaya, Pada saat siang hari sensor menangkap cahaya sehingga akan direspon oleh transistor dan lampu akan mati. Begitu juga sebaliknya pada saat malam hari sensor tidak akan menangkap cahaya matahari, sehingga akan direspon oleh transistor dan lampu akan menyala otomatis. Rangkaian ini biasanya di aplikasikan pada lampu jalan dan lampu taman. pasti bagi orang awam bertanya - tanya bagaimana cara menghidupkan dan mematikan lampu jalan yang jumlahnya ratusan? rangkaian inilah jawabanya. Anda bisa membuat sendiri dan memakainya di rumah, sehingga anada tidak perlu repot - repot menyalakan lampu rumah yang jumlahnya banyak.

Berikut komponen-komponen yang harus disiapkan:
1. ATMEGA 16.
2. LDR 2 buah.
3. OPAMP 2 buah.
4. MOTOR DC 2 buah.
5. RESISTOR 7 buah.
6. LED YELLOW 2 buah.
7. L293D 1 buah.

Buatlah rangkaian dari komponen-komponen tersebut menggunakan proteus seprti berikut.




 soure codenya:


#include <mega16.h>
# include <delay.h>

// Alphanumeric LCD Module functions
#include <alcd.h>

// Declare your global variables here

void main(void)
{
// Declare your local variables here

// Input/Output Ports initialization
// Port A initialization
// Func7=In Func6=In Func5=In Func4=In Func3=In Func2=In Func1=In Func0=In 
// State7=T State6=T State5=T State4=T State3=T State2=T State1=T State0=T 
PORTA=0x00;
DDRA=0x00;

// Port B initialization
// Func7=In Func6=In Func5=In Func4=In Func3=In Func2=In Func1=In Func0=In 
// State7=T State6=T State5=T State4=T State3=T State2=T State1=T State0=T 
PORTB=0x00;
DDRB=0x00;

// Port C initialization
// Func7=In Func6=In Func5=In Func4=In Func3=In Func2=In Func1=In Func0=In 
// State7=T State6=T State5=T State4=T State3=T State2=T State1=T State0=T 
PORTC=0x00;
DDRC=0x00;

// Port D initialization
// Func7=In Func6=In Func5=Out Func4=Out Func3=In Func2=In Func1=In Func0=In 
// State7=T State6=T State5=0 State4=0 State3=T State2=T State1=T State0=T 
PORTD=0x00;
DDRD=0x30;

// Timer/Counter 0 initialization
// Clock source: System Clock
// Clock value: Timer 0 Stopped
// Mode: Normal top=0xFF
// OC0 output: Disconnected
TCCR0=0x00;
TCNT0=0x00;
OCR0=0x00;

// Timer/Counter 1 initialization
// Clock source: System Clock
// Clock value: 11.719 kHz
// Mode: Fast PWM top=0x00FF
// OC1A output: Non-Inv.
// OC1B output: Non-Inv.
// Noise Canceler: Off
// Input Capture on Falling Edge
// Timer1 Overflow Interrupt: Off
// Input Capture Interrupt: Off
// Compare A Match Interrupt: Off
// Compare B Match Interrupt: Off
TCCR1A=0xA1;
TCCR1B=0x0D;
TCNT1H=0x00;
TCNT1L=0x00;
ICR1H=0x00;
ICR1L=0x00;
OCR1AH=0x00;
OCR1AL=0x00;
OCR1BH=0x00;
OCR1BL=0x00;

// Timer/Counter 2 initialization
// Clock source: System Clock
// Clock value: Timer2 Stopped
// Mode: Normal top=0xFF
// OC2 output: Disconnected
ASSR=0x00;
TCCR2=0x00;
TCNT2=0x00;
OCR2=0x00;

// External Interrupt(s) initialization
// INT0: Off
// INT1: Off
// INT2: Off
MCUCR=0x00;
MCUCSR=0x00;

// Timer(s)/Counter(s) Interrupt(s) initialization
TIMSK=0x00;

// USART initialization
// USART disabled
UCSRB=0x00;

// Analog Comparator initialization
// Analog Comparator: Off
// Analog Comparator Input Capture by Timer/Counter 1: Off
ACSR=0x80;
SFIOR=0x00;

// ADC initialization
// ADC disabled
ADCSRA=0x00;

// SPI initialization
// SPI disabled
SPCR=0x00;

// TWI initialization
// TWI disabled
TWCR=0x00;

// Alphanumeric LCD initialization
// Connections specified in the
// Project|Configure|C Compiler|Libraries|Alphanumeric LCD menu:
// RS - PORTC Bit 0
// RD - PORTC Bit 1
// EN - PORTC Bit 2
// D4 - PORTC Bit 4
// D5 - PORTC Bit 5
// D6 - PORTC Bit 6
// D7 - PORTC Bit 7
// Characters/line: 16
lcd_init(16);

// mendefinisikan input output
DDRB.0=0;
DDRB.1=0;
DDRD.0=1;
DDRD.1=1;
DDRD.2=1;
DDRD.3=1;

// mendefinisikan kecepatan motor PWM
OCR1A=200;
OCR1B=200;

// mendefinisikan kondisi awal
PORTB.0=1;   //sensor kiri
PORTB.1=1;   //sensor kanan
PORTD.0=0;
PORTD.1=0;
PORTD.2=0;
PORTD.3=0;


while (1)
      {
if (PINB.0==1 &  PINB.1==0)   //    sensor kiri hitam, kanan putih, maka belok kiri
{  
PORTD.0=0;
PORTD.1=0;
PORTD.2=0;
PORTD.3=1;
lcd_clear ();
lcd_gotoxy(0,0);
lcd_putsf("B0=1 B1=0");
lcd_gotoxy(0,1);
lcd_putsf("BELOK KIRI");
delay_ms(100);
}
else if (PINB.0==0 &  PINB.1==1)   //    sensor kiri putih, kanan hitam, maka belok kanan
{  
PORTD.0=0;
PORTD.1=1;
PORTD.2=0;
PORTD.3=0;
lcd_clear();
lcd_gotoxy(0,0);
lcd_putsf("B0=0 B1=1");
lcd_gotoxy(0,1);
lcd_putsf("BELOK KANAN");
delay_ms(100);
}
else if (PINB.0==1 &  PINB.1==1)   //    sensor kiri hitam, kanan hitam, maka mati
{  
PORTD.0=0;
PORTD.1=0;
PORTD.2=0;
PORTD.3=0;
lcd_clear ();
lcd_gotoxy(0,0);
lcd_putsf("B0=1 B1=1");
lcd_gotoxy(0,1);
lcd_putsf("MATI");
delay_ms(100);
}
else      //    sensor kiri putih, kanan putih, maka bergerak maju
{  
PORTD.0=0;
PORTD.1=1;
PORTD.2=0;
PORTD.3=1;
lcd_clear();
lcd_gotoxy(0,0);
lcd_putsf("B0=0 B1=0");
lcd_gotoxy(0,1);
lcd_putsf("MAJU");
delay_ms(100);
}


      }
}

silakan download lebih lengkapnya disini

Minggu, 11 Oktober 2015

APLIKASI PEMBACAN SUHU LM35 DENGAN PENAMPILAN LCD MENGGUNAKAN CODEVISION AVR

Edit Posted by with No comments
    

 Langkah-langkah Membuat Pembacaan Suhu :
   1. Buka aplikasi Proteus 8 Professional.
   2. Plih New Project.
   3. Tuliskan nama file kalian dan pilih New Projct.
  
    4. Lalu Next pilih create a schmatic from the selected.
   
   5. Pilihlah Next lalu create a PCB layout from the selected template seperti gambar dibawah ini.
  
    6. Next pilih create frimware project seperti gambar dibawah.
   
    7. Lalu finish dan yes to all.
    
     8. Klik Device dua kali pilih lah compent-compentnya.
    
       9. Ini komponen-komponen yang diperlukan.
        
        10. Sambungkan komponen-komponen berikut seperti gambar dibawah ini.
        
        Sekian contoh gambar teknik menggunakan PROTEUS, kalian bisa download disini

Senin, 05 Oktober 2015

LANGKAH KERJA MEMBUAT "7SEGMENT DISPLAY AND DRIVER TEST CIRCUIT"

Edit Posted by with No comments

             Sekarang saya akan mulai kembali posting masih dengan menggunakan aplikasi PROTEL. Silakkan anda mencoba langkah-langkah berikut :)

Langkah-langkah membuat 7segment:
  1. Klik Start -lalu Schematic Editor.
  2. Pilih menu file-  pilih New. Maka akan muncul gambar seperti dibawah ini.
  3.  Gunakkan icon rectangle untuk membuat kotak seperti gambar dibawah ini.
  4.  Lalu kemudian gunakan polygonal tool untuk membuat gambar di bawah ini.
  5. Tambahkan pinnya dengan cara pilih place-pins, lalu gunakan icon pada Library Tools yang berbentuk T untuk membuat tulisan, letakkan seperti gambar ini.
  6.  Setelah selesai kemudian beri nama component adalah 7segment, simpan komponen dengan cara file>save. ketika selesai mengisi klik ok.
  7.  Setelah membuat 7segment kita klik start-pilih schmatic picture.
  8.   Lalu di Library klik add, tambahkan seperti dikolom current file list lalu pilih ok.
  9. Berikut adalah komponen-komponen yang diperlukan untuk pembuatan rangkaian
    • 7Segment (7segment.lib) yang sudah kita buat tadi.
    • C 7447(D_TTL.lib),
    • SW_SPST(Device_lib).
    • Resistor(Device.lib).
    • Battery(Device.lib).
  10. Inilah komponennya
                        Resistor                 Battery               SW_SPST                 C7447  
  11.  Susunlah komponen seperti dibawah ini.

  12.               CATATAN jika menambahkan titik menggunakan icon dibawah ini
       Sekian postingan saya silakan jika anda download postingan saya
    DOWNLOAD DISNI
     
     
     

Senin, 28 September 2015

PROTEL SCHMATIC CAPTURE

Edit Posted by with No comments
    Protel Schmatic merupakan program yang dikeluarkan oleh perusahaan perngkat lunak terkenal Protel technology Inc. Fitur program ini memudahkan pengguna untuk menggambar dan membuat PCB dengan cepat. Saya akan memposting contoh Gambar Protel Schmatic. 
    Siapkan komponen-komponen yang diperlukan :
  • 5buah resistor/RES2 (d_device)
  • PNP (d_device)
  • 2buah ZENER1 (d_device)
  • LED (d_device)

   Icon yang diperlukan:


  Kita mulai langkah-langkahnya :

1. Pertama kita buka telebih dahulu schmatic capture dengan cara Klik Start, Lalu pilih  schmatic capture.

2. Maka muncul lembar kerja schmatic capture. 

3. Pilih icon zoom untuk memperjelas halaman kerja.

4. Tambahkan gambar alat yang kita inginkan dengan pilih pada ADD/REMOVE.

5. Lalu akan muncul gambar seperti yang dibawah ini pilihlah  d_device.
  
6. Pilihlah RES2 untuk memasukkan gambar pada halaman kerja.

7. Klik 2kali lalu letakan gambarnya pada halaman kerja.


8. Jika ingin menganti nama tulisan RES2 maka klik 2kali pada tulisan ganti pada kotak text.
.

9. Gunakan icon garis pada melengkung untuk menambahkan garis.
  

10.  Gunakkan 2 icon ini untuk membuat gambar.

11. Setelah itu klik 2kali pada icon yang kita letakkan tadi.
12. Lalu gantilah NET dan STYLE seperti yang dibawah ini.

13. Pilih OK muncullah gambar seperti ini.

14. Lanjutkan dengan memilih PNP seperti gambar dibawah ini.

15. Letakkan pada gambar kerja.

 16. Pilihlah ZENER1 pada Components In Libary seperti gambar dibawah ini.

17. Letakkan gambar pada halaman kerja kita.


 18. Masukkan kembali icon dibawah ini dan Klik 2kali.

19. Gantilah NET dan STYLE seperti gambar dibawah ini.

20. Hasilnya akan jadi seperti ini yang dilingkarkan hitam.
21. Lanjutkan dengan menambahkan kembali RES2 dan PNP seperti gambar dibawah ini.
22. Pilih LED pada Components In Library.

 23. Masukkan gambar LED pada halaman kerja kita seprti gambar dibawah ini.

Sekian contoh gambar rangkaian komponen komputer. silakan  klik disini

Rabu, 09 September 2015

Cara Mengetik 10 Jari

Edit Posted by with No comments

Mengetik dengan tanpa melihat kearah keyboard adalah tujuan utama dari mengertik 10 jari. Minimalkan mata memandang keyboard sama dengan meminimalkan kepala menunduk berulang kali. Hal ini sekaligus akan berdampak pada kurangnya rasa pegal disekitar leher. Mengetik pun menjadi lebih lancar, fokus dan menyenangkan.
Untuk dapat mengetik 10 jari tanpa melihat keyboard berulang kali, hal yang harus Anda lakukan adalah sebagai berikut :

Menghapal Posisi Keyboard

Metode menghafal posisi keyboard agar lebih memudahkan menghafal, bagi keyboard kedalam beberapa bagian berdasarkan letaknya. 
  • Tombol bagian atas, sebutan tombol bagian atas pada keyboard ditujukan pada jajaran sepanjang tombol [tab] hingga tombol [|],[\].
  • Tombol pada bagian tengah. Sebutan tombol bagian tengah pada keyboard ditujukan pada jajaran sepanjang tombol [caps lock] hingga [enter].
  • Tombol bagian bawah . sebutan tombol bagian bawah pada keyboard ditujukan pada jajaran sepanjang tombol [shift] bagiansebelah kanan hingga [shift] bagian kiri.
Menghapal Posisi Tangan Pada Keyboard
Sebelum menghafalkan posisi jari pada keyboard, Anda juga harus memahami posisi tangan ketika berada diatas keyboard. Dalam metode mengetik 10 jari, kedua tangan memiliki peranan dan “daerah kekuasaan” yang berbeda.


Menghafal Posisi Jari Pada Keyboard
Setelah cukup hafal posisi kedua tangan ketika berada di atas keyboard, lanjutkan dengan menghafal posisi jari pada saat bekerja di atas keyboard. Kesepuluh jari kita miliki tergabung dalam satu sistem, yang dapat membantu kinerja mengetik agar lebih cepat. Tiap-tiap jari tersebut memiliki peranan yang berbeda.
Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah buka kedua telapak tangan Anda. Lihat satu persatu ke sepuluh jari tersebut sambil mengungkap huruf yang akan diketikkan oleh masing-masing jari tersebut. Lakukan itu berulang kali dalam waktu lima menit. Alangkah lebih baik, jika sampai benar-benar hafal.
1. Tangan kiri.
  • Jari kelingking: Jari kelingking pada tangan kiri bertugas untuk menekan tombol huruf Q A Z, tombol [shift] bagian kiri dan tombol angka [1].
  • Jari manis: Jari manis pada tangan kiri bertugas untuk menekan tombol atau tuts huruf W S X dan tombol angka [2].
  • Jari tengah: Jari tengah pada tangan kiri bertugas untuk menekan tombol atau tuts huruf E D C dan tombol angka [3].
  • Jari telunjuk: Jaru telunjuk pada tangan kiri bertugas untuk menekan tombol atau tuts huruf R T F V B dan tombol angka [4], [5].
  • Ibu jari: Bertugas untuk menekan space bar.
2. Tangan kanan
  • Jari kelingking: Jari kelingking pada tangan kanan bertugas untuk menekan tombol huruf [P], tombol angka [0], tombol [;], serta tombol [shift] yang ada pada bagian kanan.
  • Jari manis: Jari manis pada tangan kanan bertugas untuk menekan tombol huruf O L, tombol, dan tombol angka [9].
  • Jari tengah: Jari tengah pada tangan kanan bertugas untuk menekan tombol huruf I K, tombol , , dan tombol angka [8].
  • Jari telunjuk: Jari telunjuk pada tangan kanan bertunangan untuk menekan tombol huruf Y U H J N M, dan menekan tombol angka [6], [7].
  • Ibu jari: Sama dengan ibu jari pada tangan kiri, ibu jari pada tangan kanan juga bertugas untuk menekan space bar.
Berikut ini adalah gambar dari kedua tangan beserta peran dari masing-masing jari yang dimiliki:


Meletakkan Jari Pada Awal Posisi Awal yang Benar

Posisi awal yang benar untuk kedua belah tangan Anda adalah menempatkan jari pada posisinya. Jari tangan dan jari kiri sudah harus berada di tempat yang semestinya. Dalam istilah pengetikan, posisi awal seperti ini disebut juga home row atau fingers positions.
  • Letakkan empat jari tengah bagian kiri pada tombol A S D F. Jika Anda jeli, Anda akan menemukan benjolan kecil di atas tombol huruf F. Tidak masalah, benjolan itu sengaja diciptakan sebagai penanda batas kekuasaan bagi tangan kiri.
  • Letakkan empat jari tangan bagian kanan pada tombol J K L ;. Benjolan pada keyboard bagian kanan ini terdapat pada tombol J. Gunakan benjolan itu juga sebagai wilayah penanda.
  • Ibu jari berada tombol space.
  • Ketika akan mulai mengetik, pastikan pergelangan tangan dalam keadaan lurus, biarkan jjari sedikit membengkok karena menekan tuts.


Menghafal Dengan Asosiasi

Menghafal satu persatu huruf beserta jari yang digunakan memang tidak mudah. Salah satu cara agar dapat mengetik 10 jari tanpa melihat keyboard adalah menghafal dengan asosiasi. Kaitan pengertian asosiasi dengan cara mengetik 10 jari adalah pembentukkan hubungan atau pertalian. Dalam hal ini jari dengan gagasan, ingatan, atau kegiatan yang dilakukan oleh kelima panca indra, dimana yang dimaksud adalah benda-benda tertentu yang mudah diingat.
Contoh visualisasi yang digunakan antara lain adalah:
  • Pengasosiasian huruf Q A Z pada QUARTZ yaitu sejenis kristal yang bisa digunakan pada jam tangan.
  • Pengasosiasian huruf W S X pada WESSEXA yaitu nama sebuah kerajaa kuno anglo-saxon di inggris.
  • Pengasosiasian huruf E D C pada EDUCATIVE atau bahasa inggris dari pendidikan.
Beberapa Keuntungan Mengetik 10 Jari

Banyak orang yang tidak begitu perlu menguasai teknik mengetik 10 jari. Sebagian masyarakat justru cukup puas karena bisa mengetik dengan 11 jari, sebutan yang digunakan ketika menggunakan dua jari telunjuk saat mengetik. Anggapan yang mengatakan bahwa, mengetik dengan cara cepat tidak hanya dikuasai oleh mereka yang pintar memainkan kesepuluh jarinya dengan benar, juga merupakan hambatan. Mengetik dengan cepat bisa dilakukan karena terbiasa, meskipun itu tidak dilakukan teknik mengetik 10 jari. Setidaknya itulah yang mungkin ada di benak beberapa masyarakat.
Padahal banyak manfaat yang didapat jika menguasai teknik ini. Tentu saja, keutamaan dari mengetik 10 jari adalah penambahan kecepatan efisiensi. Hasil riset bahkan menunjukkan bahwa mengtik 10 jari meningkatkan kecepatan entry data yang sangat tinggi. Membiasakan jari mengetik pada tus sesuai dengan tufasnya juga akan membuat efek menyenangkan tersendiri jika sudah menguasai teknik mengetik 10 jari, Anda tidak perlu terlalu pokus pada layar monitor, mata Anda pun tidak akan cepat lelah.
Berdasaran penelitian beberapa ahli menyebutkan bahwa, orang yang mengetik dengan dua jari telunjuknya (atau bisa disebut pengetik 11 jari) mengetik sebanyak 37 wpm (word per minute atau kata per;menit) untuk ata-kata yang terekam dalam otak, dan 27 wpm. Rata-rata orang yang mengetik dengan 10 jari dapat mengetik hingga kecepatan lebih dari 120 wpm. Berikut keterangan lebih lanjut manfaat yang didapat dengan menguasai teknik mengetik 10 jari.
  • Meningkatkan efisiensi: Mengetik 10 jari lebih efisien katena typis menggunakan semua jarinya untuk mengetik. Hal ini tentunya kebih egisien karena ada pembagian tugas untuk semua jari dibandingkan dengan hanya menggunakan beberapa jari saja, waktu yang dibutuhkan untuk typist dengan mengetik 10 jari lebih cepat dibandinng dengan mengetik dua jari (atau 11 jari hehehehe). Artinya, ratusan jam waktu kerja yang berharga dapat terselalamat kan berkat teknik mengetik 10 jari.
  • Meningkatkan efektivitas: Mengetik 10 jari lebih efektif karena typist cukup melihat kelayar komputer tanpa perlu melihat keyboard. Dalam hal ini akan sangat terasa manfaatnya ketika membuat dokumen, surat, essay, tulisan ilmiah, presentasi, atau membuat buku. Tanpa melihat keyboard, typist akan lebih fokus terhadap output di layar monitor sehingga akan meningkat kuaitas anda dalam mengetik.
  • Mengurangi kelelahan mental: Mengetik 10 jari akan mengurangi kerja otak karena otak tidak perlu mengerjakan dua hal yang berlainan yaitu mencari tuts keyboard dan melihat output. Dengan kemampuan mengetik 10 jari, otak akan lebih fokus pada output. Ketika Anda tengah dikejar waktu, sementara kemampuan mengetik Anda masih tidak terlalu lancar ditambah dengan rasa gugup karene di kejar waktu, hal itu akan membuat mental Anda menjadi sangat lelah. Jika Anda sudah menguasai bagaimana cara mengetik 10 jaridengan benar, beban mental ketika dikejar waktu untuk menyelesaikan pekerjaan tidak akan terasa berat. Anda tidak akan masalah dengan deadline yang biasanya mepet dan mencekik. Mengetik 10 jari pun dapat meringankan beban mental Anda.
  • Mengurangi kelelahan fisik: Mengetik 10 jari juga akan mengurangi kelelahan fisik karena beban mengetik dibagikan kepada 10 jari. Mengetik 10 jari akan mengurangi setres tubuh. Kecepatan mengetik 10 jari dapat membuat pekerjaan anda menjadi cepat selesai. Pekerjaan yang menumpuk juga akan hilang seketika dari pandangan mata.
Jika pekerjaan cepat beres, maka waktu Anda untuk memanjakan diri di sela-sela pekerjaan juga akan lebih panjang. Setidaknya anda bisa sedikit lebih panjang menarik nafas sebelum pekerjaan menanti daripada rekan-rekan kantor Anda yang mengetik masih dengan 11 jari hehehe.
semoga bermanfaat :)